<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Agus Setyawan</title>
	<atom:link href="http://sketsadwija.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sketsadwija.wordpress.com</link>
	<description>mewujudkan hidup yang lebih baik</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 May 2011 01:03:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='sketsadwija.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Agus Setyawan</title>
		<link>http://sketsadwija.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://sketsadwija.wordpress.com/osd.xml" title="Agus Setyawan" />
	<atom:link rel='hub' href='http://sketsadwija.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Banyak Sinetron di TV</title>
		<link>http://sketsadwija.wordpress.com/2011/04/18/banyak-sinetron-di-tv/</link>
		<comments>http://sketsadwija.wordpress.com/2011/04/18/banyak-sinetron-di-tv/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Apr 2011 16:10:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus Setyawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sketsadwija.wordpress.com/?p=71</guid>
		<description><![CDATA[Televisi  (TV) dewasa ini merupakan hal yang sudah biasa dimasyarakat. Dalam artian kepemilikan dan kegunaannnya. Masih ingat saya saat usia 10 tahunan ( pertengahan 1984-an) dimana keluarga saya bisa membeli sebuah pesawat TV. Dengan tipe hitam putih, box dari kabinet kayu dan menggunakan sumber listrik berupa aki, ukuran layar 14 inchi. TV yang keluarga saya &#8230; <a href="http://sketsadwija.wordpress.com/2011/04/18/banyak-sinetron-di-tv/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sketsadwija.wordpress.com&amp;blog=11711883&amp;post=71&amp;subd=sketsadwija&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
<a href='http://sketsadwija.wordpress.com/2011/04/18/banyak-sinetron-di-tv/tv/' title='tv'><img data-attachment-id='78' data-orig-size='350,277' data-liked='0'width="150" height="118" src="http://sketsadwija.files.wordpress.com/2011/04/tv.jpg?w=150&#038;h=118" class="attachment-thumbnail" alt="tv" title="tv" /></a>
Televisi  (TV) dewasa ini merupakan hal yang sudah biasa dimasyarakat. Dalam artian kepemilikan dan kegunaannnya. Masih ingat saya saat usia 10 tahunan ( pertengahan 1984-an) dimana keluarga saya bisa membeli sebuah pesawat TV. Dengan tipe hitam putih, box dari kabinet kayu dan menggunakan sumber listrik berupa aki, ukuran layar 14 inchi. TV yang keluarga saya miliki merupakan TV ke 5 di seluruh kampung yang berjumlah kira kira 70 Kepala Keluarga (KK). Sehingga dapat disimpulkan bahwa TV di keluarga dan komunitas saya merupakan barang langka, baik dari rasio jumlah TV dan KK yang ada di kampung saya maupun secara empiris pada jam tertentu atau ada tayangan khusus seperti kethoprak, rumah saya penuh berjubel tetangga yang nebeng nonton. Saya rasakan saat itu TV menjadi tidak begitu penting, namun yang lebih penting adalah kebersamaan, guyub rukun dan ayom ayem. Konten di TV entah berita, film Indonesia (saat itu belum ada sinetron) maupun kethoprak tidak penting untuk dicermati. Jika nonton berita selalu komentar penonton di rumah adalah , “kejadian kok seperti itu ya… untung ditempat kita tidak”. Harap maklum karena saat itu berita sudah mendapat sensor yang ketat, disamping secara sosial politik dan kebudayaan memang tidak ada gejolak di masyarakat. Maka menyaksikan dinamika politik diluar negeri melalui berita menumbuhkan kecintaan terhadap negara kita. Jika nonton film Indonesia alur cerita kebanyakan antagonis dan protagonis sangat kentara sedangkan akhir cerita selalu <em>happy ending</em>. Dan yang lebih garing lagi jika menonton kethoprak, karena cerita yang ditayangkan adalah cerita yang sudah mengakar di masyarakat, maka begitu <em>opening title</em> di TV sudah tertulis cerita tertentu, (biasanya cerita tentang kerjaan mataram awal, walisongo atau kerjaan kediri) sudah pasti penonton tua sudah komentar tentang ceritanya nanti begini, akhirnya begini bla bla bla. Jadi nonton sebenarnya nggak nyaman, ngak suprprise, nggak ada suspense dan thrillernya. Jadi memang begitu konten tidaklah penting, yang penting suasana yang dibangun pada saat menonton TV, semua keluarga kumpul, guyub rukun, hangat dan selalu ingin dikenang. Mereka rela datang dengan keluarga, nonton TV hitam putih yang hanya 14 inchi, apalagi kalau akinya sudah tekor, layar 14 inchi tinggal separonya. Namun nonton bareng seperti itu selalu ditunggu tunggu, bahkan ibu saya dengan rela membuat makanan kecil dan minuman ala kadarnya. <em>Pokoke mangan ora mangan kumpul</em>.</p>
<p>Memori demikian menjadi paradoks dengan keadaan sekarang. Kita tahu TV sudah bergeser dari piranti komunal menjadi piranti individual. Bukan hal yang aneh jika satu rumah terdapat lebih dari 1 TV. Seperti di hotel setiap kamar terdapat TV, dengan lebar layar minimal 20 inchi dan berwarna. Dirumah saya walaupun masih 1 TV untuk satu keluarga, namun semangat individualnya sudah menguat. Saya pulang kantor ( sekitar jam 15.00 ) eh.. anak saya yang berumur 6 tahun sudah ngetem di depan TV menyaksikan <em>variety show</em> mulai dari petualangan, koki cilik bahwa sampai hipnotis. Ya sudah akhirnya saya ngalah saja, baca koran. Beberapa saat kemudian program TV sudah berganti dengan kartun atau acara anak anak. Kalah lagi, berharap bisa nonton berita tapi keinginan anak sangat kuat akhirnya urung juga. Lepas maghrib ketka anak sudah ngnatuk, gantian ibunya anak anak yang nonton sinetron. Padahal saya paling males nonton sinetron, karena ceritanya beralur dengan segala kebetulan, plot cerita terlalu datar, bila digemari ceritanya diulur ulur. Dibanding ketika nonton ketoprak dulu, sebenarnya sinetron lebih berwarna, aktor aktrisnya bening bening namun sinetron tidak memberikan pesan moral yang jelas. Berbeda dengan kethoprak walupun sinopsis cerita diketahui, plot cerita sudah pakem namun pesan moral yang didapat kena di penonton. Sehingga paradoks TV bermakna ganda di satu sisi teknologi TV sangat maju tetapi konten di TV tidak maju maju dan di sisi lain TV mengudara 24 jam namun hampir hampir saya tidak punya waktu nonton TV. Ketika saya kecil TV mengudara dari jam 16.00 s.d. 24.00 setipa hari, namun justru alokasi waktu di depan TV sangat besar karena suasana yang di bngun. Akhirnya saya gagal lagi nonton TV. Salah satu peluang nonton TV adalah nonton sepakbola dari eropa karena timingnya dinihari, sudah pasti istri dan anak saya sudah tidur. Begitu keinginan nonton TV dinihari terpenuhi, muncul kegalauan karena nontonnya sendirian. Coba seperti 25 tahun yang lalu, dimana nonton TV bareng bareng satu kampung, asyik banget. Saya kira tayangan sepakbola menggambarkan realita apa adanya dalam kehidupan. Sebuah pertarungan yang berakhir dengan menang kalah, tragedi dan selebrasi merupakan hal yang biasa kita temui dalam kehidupan sehari hari sekecil apapun. Namun sungguh disayangkan postur acara di TV kita sangat jauh dari realitas. Sehingga jika diumpamakan acara TV yang didominasi sinetron dan variety show kita pertandingkan layaknya sepakbola, maka kita tidak akan temukan mana yang tragedi dan mana yang selebrasi. Semua sudah terdistribusi merata tanpa selebrasi dan tragedi yang sebenarnya. Semua hal bersifat semu, kering dan kompromistis. Penonton seperti saya tidak memperoleh pengetahuan dan pencerahan yang sesuai takaran. Lalu siapa yang diuntungkan ? mungkin produser, aktor dan aktris, kru <em>productin house</em> maupun pengelola televisi. Dan penonton harus puas dengan gigit jari !</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sketsadwija.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sketsadwija.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sketsadwija.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sketsadwija.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sketsadwija.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sketsadwija.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sketsadwija.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sketsadwija.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sketsadwija.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sketsadwija.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sketsadwija.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sketsadwija.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sketsadwija.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sketsadwija.wordpress.com/71/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sketsadwija.wordpress.com&amp;blog=11711883&amp;post=71&amp;subd=sketsadwija&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sketsadwija.wordpress.com/2011/04/18/banyak-sinetron-di-tv/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bfa716eb7ac33c5e0be6815918f94632?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sketsadwija</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sketsadwija.files.wordpress.com/2011/04/tv.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">tv</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Crop Circle dan Pendidikan Kita</title>
		<link>http://sketsadwija.wordpress.com/2011/01/31/crop-circle-dan-pendidikan-kita/</link>
		<comments>http://sketsadwija.wordpress.com/2011/01/31/crop-circle-dan-pendidikan-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Jan 2011 16:11:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus Setyawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sketsadwija.wordpress.com/?p=63</guid>
		<description><![CDATA[Sudah hampir setengah tahun blog saya ini tidak saya &#8220;otak atik&#8221; karena kesibukan dan yang pasti karena malas, tidak tahu kenapa tiba tiba muncul semangat untuk menulis lagi. Semangat sudah didapat, muncul lagi persoalan mau nulis apa ya? Nah.. sekalian atmosfer pembicaraan sedang hangat membicarakan crop circle, tidak ada salahnya saya ikut komentar tentang fenomena &#8230; <a href="http://sketsadwija.wordpress.com/2011/01/31/crop-circle-dan-pendidikan-kita/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sketsadwija.wordpress.com&amp;blog=11711883&amp;post=63&amp;subd=sketsadwija&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sketsadwija.files.wordpress.com/2011/01/cc.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-64" title="cc" src="http://sketsadwija.files.wordpress.com/2011/01/cc.jpg?w=300&#038;h=150" alt="Crop Cirle di Magelang by Tantowi J" width="300" height="150" /></a></p>
<p>Sudah hampir setengah tahun blog saya ini tidak saya &#8220;otak atik&#8221; karena kesibukan dan yang pasti karena malas, tidak tahu kenapa tiba tiba muncul semangat untuk menulis lagi. Semangat sudah didapat, muncul lagi persoalan mau nulis apa ya? Nah.. sekalian atmosfer pembicaraan sedang hangat membicarakan crop circle, tidak ada salahnya saya ikut komentar tentang fenomena ini.</p>
<p>Sejujurnya crop circle yang mumcul di Sleman dan Bantul sudah banyak diulas, namun saya beruntung mendapatkan sudut pandang yang berbeda karena berita di media internet tanggal 31 Januari 2011 tentang ditemukan crop circle si Magelang tepatnya di desa Banyusari Kecamatan Tegalrejo Kab. Magelang. Arus utama pendapat terutama yang disampaikan para pakar adalah crop circle (CC) dibuat oleh manusia. Namun demikian masih banyak pertanyaan muncul, kalau dibuat manusia siapa yang membuat ? Apa motivasi pembuatan CC ? Dan banyak pertanyaan lain yang belum juga terjawab. Kemudian yang terakhir ini (?) di Magelang, apakah sama dengan kejadian di Sleman dan Bantul? Bila dibuat oleh manusia apakah orangnya sama? Mengapa memilih magelang ? Belum lagi pembicaraan yang bersifat magis dan klenik maka semakin riuh rendah pembicaraan tentang CC ini.</p>
<p>Namun jika kita lihat dari sudut pandang ilmiah terutama dengan keberadaan UFO, bagaimana penjelasannya ? Benarkah ada makhluk selain manusia yang memiliki kecerdasan yang sama dengan manusia ? Baiklah menyitir banyak pendapat dari pakar astronomi maupun LAPAN yang menegaskan bahwa CC dibuat oleh manusia, tidak dapat dipungkiri bahwa ada suatu &#8220;impian&#8221; pada diri saya agar pendapat tentang adanya CC yang dibuat UFO memang ada. Sehingga akan menimbulkan pengembangan bahasan dan isu tentang alam semesta ini. Hal ini akan semakin menarik untuk dipelajari di masa mendatang.</p>
<p>Sesuai dengan judul postingan saya, Crop Circle ternyata telah menunjukkan adanya ketimpangan yang belum dijawab oleh pendidikan yaitu tentang apa sebenarnya CC tersebut! Kita mengakui bahawa pengetahuan dan teknologi kita sekarang telah sampai pada level molekuler (biologi) dan nano teknologi (fisika) namun untuk menjelaskan fenomena CC ini malah belum tuntas. Paradoks memang. Ada baiknya semua pendapat tentang CC ini diterima sama adilnya sehingga akan memberikan ruang berfikir yang luas bagi kita untuk mendalaminya. Khusus dunia pendidikan sekolah fenomena CC ini saya kira patut dijadikan isu dalam pembelajaran di kelas sehingga dapat memberikan pembelajaran yang kontekstual dan ada keterkaitan SALINGTEMAS (sains, lingkungan, teknologi dan masyarakat). Mari kita wujudkan itu !</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sketsadwija.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sketsadwija.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sketsadwija.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sketsadwija.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sketsadwija.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sketsadwija.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sketsadwija.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sketsadwija.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sketsadwija.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sketsadwija.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sketsadwija.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sketsadwija.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sketsadwija.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sketsadwija.wordpress.com/63/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sketsadwija.wordpress.com&amp;blog=11711883&amp;post=63&amp;subd=sketsadwija&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sketsadwija.wordpress.com/2011/01/31/crop-circle-dan-pendidikan-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bfa716eb7ac33c5e0be6815918f94632?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sketsadwija</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sketsadwija.files.wordpress.com/2011/01/cc.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">cc</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Balita Diajarkan Calistung, Saat SD Potensi Terkena ‘Mental Hectic’</title>
		<link>http://sketsadwija.wordpress.com/2010/08/15/balita-diajarkan-calistung-saat-sd-potensi-terkena-%e2%80%98mental-hectic%e2%80%99/</link>
		<comments>http://sketsadwija.wordpress.com/2010/08/15/balita-diajarkan-calistung-saat-sd-potensi-terkena-%e2%80%98mental-hectic%e2%80%99/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Aug 2010 04:54:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus Setyawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sketsadwija.wordpress.com/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[Memberikan pelajaran calistung pada anak, menurut Sudjarwo, dapat menghambat pertumbuhan kecerdasan mental <a href="http://sketsadwija.wordpress.com/2010/08/15/balita-diajarkan-calistung-saat-sd-potensi-terkena-%e2%80%98mental-hectic%e2%80%99/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sketsadwija.wordpress.com&amp;blog=11711883&amp;post=60&amp;subd=sketsadwija&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anak usia di bawah lima tahun (balita) sebaiknya tak buru-buru  diajarkan baca tulis dan hitung (calistung). Jika dipaksa calistung si  anak akan terkena ‘Mental Hectic’.</p>
<p>”Penyakit itu akan merasuki anak tersebut di saat kelas 2 atau 3  Sekolah Dasar (SD).  Oleh karena itu jangan bangga bagi Anda atau siapa  saja yang memiliki anak usia dua atau tiga tahun sudah bisa membaca dan  menulis,” ujar Sudjarwo, Direktur Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)  Ditjen PNFI Kemendiknas, Sabtu (17/7).</p>
<p>Oleh karena itu, kata Sudjarwo, pengajaran PAUD akan dikembalikan  pada ‘Khittah’-nya.  Kemendiknas mendorong orang tua untuk menjadi  konsumen cerdas, terutama dengan memilih sekolah PAUD yang tidak  mengajarkan calistung.</p>
<p>Saat ini banyak orang tua yang terjebak saat memilih sekolah PAUD.  Orangtua menganggap sekolah PAUD yang biayanya mahal, fasilitas mewah,  dan mengajarkan calistung merupakan sekolah yang baik. ”Padahal tidak  begitu, apalagi orang tua memilih sekolah PAUD yang bisa mengajarkan  calistung, itu keliru,”  jelas Sudjarwo.</p>
<p>Sekolah PAUD yang bagus justru sekolah yang memberikan kesempatan  pada anak untuk bermain, tanpa membebaninya dengan beban akademik,  termasuk calistung.  Dampak memberikan pelajaran calistung pada anak  PAUD, menurut Sudjarwo, akan berbahaya bagi anak itu sendiri. ”Bahaya  untuk konsumen pendidikan, yaitu anak, terutama dari sisi mental,”  cetusnya.</p>
<p>Memberikan pelajaran calistung pada anak, menurut Sudjarwo, dapat  menghambat pertumbuhan kecerdasan mental. ”Jadi tidak main-main itu, ada  namanya ‘mental hectic’, anak bisa menjadi pemberontak,” tegas dia.  Kesalahan ini sering dilakukan oleh orang tua, yang seringkali bangga  jika lulus TK anaknya sudah dapat calistung.</p>
<p>Untuk itu,  Sudjarwo mengatakan, Kemendiknas sedang gencar  mensosialisasikan agar PAUD kembali pada fitrahnya. Sedangkan produk  payung hukumnya sudah ada, yakni SK Mendiknas No 58/2009. ”SK nya sudah  keluar, jadi jangan sembarangan memberikan pelajaran calistung,”  jelasnya.</p>
<p>Sosialisasi tersebut, kata Sudjarwo, telah dilakukan melalui berbagai  pertemuan di tingkat kabupaten dan provinsi.  Maka Sudjarwo sangat  berharap pemerintah daerah dapat menindaklanjuti komitmen pusat untuk  mengembalikan PAUD pada jalurnya. ”Paling penting pemda dapat melakukan  tindak lanjutnya,” jawab dia.</p>
<p>Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Srie Agustina, Koordinator  Komisi Edukasi dan Komunikasi Badan Perlindungan Konsumen Nasional  (BPKN), menyatakan, memilih mensosialisasikan produk pendidikan   merupakan bagian dari fungsi dan tugas BPKN untuk melakukan perlindungan  terhadap konsumen.</p>
<p>Dalam hal ini, kata Srie, BPKN memprioritaskan sosialisasi pada anak  usia dini. Sebab berdasarkan Konvensi Hak Anak, setiap anak memiliki  empat hak dasar.  Salah satunya adalah hak untuk mendapatkan  perlindungan dalam kerugian dari barang dan produk, termasuk produk  pendidikan. ”Untuk itu sejak dini anak dilibatkan, karena di usia itulah  pembentukan karakter terjadi,” papar Srie.</p>
<p>Namun menurut Srie, mengedukasi tentang sebuah produk harus  menggunakan metode khusus.  Tidak dapat berwujud arahan dan larangan,  namun dengan cara yang menyenangkan, salah satunya dengan festival  mewarnai sebagai salah satu teknik untuk memberikan edukasi. ”Dengan  mewarnai, mereka bisa terlibat dan merasa lebur di dalamnya, selain itu  dalam gambar yang diwarnai tersebut disisipkan pesan-pesan yang ingin  disampaikan,” pungkasnya. ( sumber : viruscerdas.com)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sketsadwija.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sketsadwija.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sketsadwija.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sketsadwija.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sketsadwija.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sketsadwija.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sketsadwija.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sketsadwija.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sketsadwija.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sketsadwija.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sketsadwija.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sketsadwija.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sketsadwija.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sketsadwija.wordpress.com/60/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sketsadwija.wordpress.com&amp;blog=11711883&amp;post=60&amp;subd=sketsadwija&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sketsadwija.wordpress.com/2010/08/15/balita-diajarkan-calistung-saat-sd-potensi-terkena-%e2%80%98mental-hectic%e2%80%99/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bfa716eb7ac33c5e0be6815918f94632?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sketsadwija</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Anti Air</title>
		<link>http://sketsadwija.wordpress.com/2010/04/29/anti-air/</link>
		<comments>http://sketsadwija.wordpress.com/2010/04/29/anti-air/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Apr 2010 16:10:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus Setyawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sketsadwija.wordpress.com/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[Di sebuah toko jam, seorang calon pembeli melihat-lihat koleksi jam di toko tersebut. dengan ditemani seorang pramuniaga, calon pembeli tersebut menanyakan koleksi yang dipajang. Berikut percakapannya : Pembeli : &#8221; Mbak ini harganya berapa?&#8221; Pramuniaga: &#8221; duaratus ribu pak !&#8221; Pembeli : &#8220;Anti Air khan , mbak ?&#8221; Pramuniaga: &#8221; Ya, Pak &#8220; Pembeli : &#8230; <a href="http://sketsadwija.wordpress.com/2010/04/29/anti-air/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sketsadwija.wordpress.com&amp;blog=11711883&amp;post=58&amp;subd=sketsadwija&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di sebuah toko jam, seorang calon pembeli melihat-lihat koleksi jam di toko tersebut. dengan ditemani seorang pramuniaga, calon pembeli tersebut menanyakan koleksi yang dipajang. Berikut percakapannya :<br />
Pembeli     : &#8221; Mbak ini harganya berapa?&#8221;<br />
Pramuniaga: &#8221; duaratus ribu pak !&#8221;<br />
Pembeli     : &#8220;Anti Air khan , mbak ?&#8221;<br />
Pramuniaga: &#8221; Ya, Pak &#8220;<br />
Pembeli     : &#8221; kalau yang harganya agak miring ada ?&#8221;<br />
Pramuniaga: &#8221; Ada, Pak. di sebelah sana &#8220;.<br />
Pembeli     : &#8221; wah, bagus juga mbak, Anti air nggak ?&#8221;<br />
Pramuniaga: &#8220;Ya, Pak &#8221; ( sambil cengengesan)<br />
Pembeli     : &#8221; Lho kok bisa, harga nya lebih murah kok anti air juga&#8221;<br />
Pramuniaga: &#8221; ya, maksudnya nggak boleh kena air pak, yang harganya   di atas dua ratus ribu itu namanya tahan air&#8221;<br />
Pembeli     : &#8221; ooo.. gitu to, berarti pertanyaan saya salah ya&#8230;&#8221;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sketsadwija.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sketsadwija.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sketsadwija.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sketsadwija.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sketsadwija.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sketsadwija.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sketsadwija.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sketsadwija.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sketsadwija.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sketsadwija.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sketsadwija.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sketsadwija.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sketsadwija.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sketsadwija.wordpress.com/58/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sketsadwija.wordpress.com&amp;blog=11711883&amp;post=58&amp;subd=sketsadwija&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sketsadwija.wordpress.com/2010/04/29/anti-air/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bfa716eb7ac33c5e0be6815918f94632?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sketsadwija</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pertukaran Pelajar</title>
		<link>http://sketsadwija.wordpress.com/2010/03/30/pertukaran-pelajar/</link>
		<comments>http://sketsadwija.wordpress.com/2010/03/30/pertukaran-pelajar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Mar 2010 16:25:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus Setyawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sketsadwija.wordpress.com/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[Acong : “Don, katanya kamu ikut pertukaran pelajar.” Doni : “Iya.” Acong : “Wah, hebat dong.” Doni : “Ah, nggak juga.” Acong : “Lho, emangnya kenapa?” Doni : “Soalnya Indonesia kirim saya ke India, India kirim sapi ke Indonesia.” Acong : “Wakakakak” sumber: warnadunia.com<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sketsadwija.wordpress.com&amp;blog=11711883&amp;post=56&amp;subd=sketsadwija&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Acong 	: “Don, katanya kamu ikut pertukaran pelajar.”<br />
Doni 	: “Iya.”<br />
Acong 	: “Wah, hebat dong.”<br />
Doni 	: “Ah, nggak juga.”<br />
Acong 	: “Lho, emangnya kenapa?”<br />
Doni 	: “Soalnya Indonesia kirim saya ke India, India kirim sapi ke  Indonesia.”<br />
Acong   : “Wakakakak”</p>
<p><em>sumber: warnadunia.com</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sketsadwija.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sketsadwija.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sketsadwija.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sketsadwija.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sketsadwija.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sketsadwija.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sketsadwija.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sketsadwija.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sketsadwija.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sketsadwija.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sketsadwija.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sketsadwija.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sketsadwija.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sketsadwija.wordpress.com/56/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sketsadwija.wordpress.com&amp;blog=11711883&amp;post=56&amp;subd=sketsadwija&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sketsadwija.wordpress.com/2010/03/30/pertukaran-pelajar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bfa716eb7ac33c5e0be6815918f94632?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sketsadwija</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Panggilan Hati (2)</title>
		<link>http://sketsadwija.wordpress.com/2010/03/29/panggilan-hati-2/</link>
		<comments>http://sketsadwija.wordpress.com/2010/03/29/panggilan-hati-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Mar 2010 14:08:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus Setyawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sketsadwija.wordpress.com/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[Dengan demikian kadang ditemukan pembajakan profesionalitas guru oleh kepentinga sesaat bernama sertifikasi <a href="http://sketsadwija.wordpress.com/2010/03/29/panggilan-hati-2/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sketsadwija.wordpress.com&amp;blog=11711883&amp;post=54&amp;subd=sketsadwija&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada postingan saya sebelumnya, saya telah sampaikan bagaimana proses tumbuhnya minat dan kecintaan saya dengan profesi guru melalui proses yang “dipaksakan” dan “otoriter”. Namun setelah apa yang saya lakukan sekarang ini, pengalaman saya awal masuk ke IKIP memberikan banyak rasa syukur pada diri saya.</p>
<p>Bagaimana tidak, saat ini profesi guru mendapat perhatian yang baik dari masyarakat. Kerangka berfikir (<em>mindset</em>) yang kurang baik di masa lalu pada saat ini telah berubah. Saya ingat dulu pengalaman ketika saya berjumpa dengan teman satu SMA di bus kota yang menuju ke kampus, teman saya “tidak rela “ dengan pakaian jins yang saya pakai dengan berkomentar “ kamu khan akan menjadi guru, harusnya jangan pakai celana jins dong !” seloroh teman saya. “Memangnya kenapa?” tanya saya. “Pokonya jangan pakai jins, mahasiswa IKIP kok pakai jins!”. Bingung juga dengan argumen teman saya tadi. Apakah ada korelasi antara kampus dengan celana yang harus dipakai? Wagu banget ! Atau saat masih menjadi anggota pers mahasiswa “Ekspresi”, saya dan teman teman membuat laporan utama majalah dengan judul  <em>mahasiswa IKIP bukan mahasiswa kelas dua</em>. Sebuah judul yang punya semangat membela sekaligus pengakuan jujur atas penomerduaan tersebut.</p>
<p>Dua kejadian di atas jika di kontraskan dengan dua kejadian ini akan sangat berbeda, kejadian pertama pada saat pertemuan RT saya duduk bersebelahan dengan seorang anggota aktif TNI, beliau mengomentari saya dengan istilah menjadi orang yang beruntung karena gaji saya dua kali lipat disbanding PNS yang lain sekaligus menyataan akan mengarahkan ketiga putrinya agar menjadi guru. Kejadian kedua adalah pengalaman saya ketika pendidikan dan latihan pra jabatan (Diklat Prajab) ketika secara iseng teman pra jabatan saya menyatakan keiriannya atas profesi guru yang menurut dia lebih enak ! Padahal teman saya berprofesi sebagai dokter yang menurut saya lebih menjajnjikan dan banyak incomenya. Dua kejadian di atas sebenarnya bersumber dari berita tunjangan sertifikasi bagi guru.</p>
<p>Bagi saya yang mengalami sendiri profesi guru, pengalaman di atas memang menggelikan. Kebanyakan orang berfikiran bahwa tunjangan profesi pendidik diberikan secara langsung, padahal proses yang terjadi tidak sesederhana itu. Untuk dapat memperoleh tunjangan profesi dibutuhkan perjuangan panjang,melalui penyusunan portofolio. Walaupun terdapat sisi gelap yang banyak ditulis melalui surat pembaca maupun opini di media massa yaitu adanya upaya memodifikasi data data dalam portofolio,namun secara umum penyusunan portofolio memberikan penegasan betapa banyaknya komponen yang perlu disiapkan untuk menjadi pendidik profesional. Sementara pendidik yang dinyatakan lulus dan mendapat sertifikat pendidik telah mendapat tunjangan tersebut, sehingga gairah untuk menajadi guru “profesional” menguat pada guru guru semua jenjang sekolah. Akibatnya apa ? Kririk maupun opini tentang sisi gelap penilaian portofolio belum mendapat tanggapan yang memadai. Sementara guru-guru yang belum portofolio berlomba lomba untuk mengikuti forum ilmiah, membuat penelitian “instan” ( mengarah pada kepentingan portofolio bukan kepentingan profesionalitas), maupun membuat segala hal memiliki bukti fisik yang dapat digunakan untuk penilaian portofolio. Dengan demikian kadang ditemukan pembajakan profesionalitas guru oleh kepentinga sesaat bernama sertifikasi. Akhirnya kembali lagi ke judul postingan ini, panggilan hati yang mana yang sekarang secara dominan ada di benak para guru Inodnesia? Menilik evaluasi dari PB PGRI ternyata tunjangan sertifikasi belum signifikan dalam meningkatkan profesionalitas guru maka sulit untuk tidak mengatakan bahwa tunjangan profesi didasari  untuk mengejar materi semata bukan untuk profesionalisme. Maka panggilan hati yang demikian tentulah tidak untuk menjadi pendidik namun untuk menjadi tukang mendidik. Perenungan hal ini bagi saya akhirnya mengingatkan kembali pada awal awal saya masuk IKIP ! Ingin menjadi guru karena tunjangannya tinggi atau karena panggilan hati untuk investasi karakter bangsa melalui peserta didik penerus bangsa ?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sketsadwija.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sketsadwija.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sketsadwija.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sketsadwija.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sketsadwija.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sketsadwija.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sketsadwija.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sketsadwija.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sketsadwija.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sketsadwija.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sketsadwija.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sketsadwija.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sketsadwija.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sketsadwija.wordpress.com/54/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sketsadwija.wordpress.com&amp;blog=11711883&amp;post=54&amp;subd=sketsadwija&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sketsadwija.wordpress.com/2010/03/29/panggilan-hati-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bfa716eb7ac33c5e0be6815918f94632?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sketsadwija</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Panggilan Hati (1)</title>
		<link>http://sketsadwija.wordpress.com/2010/02/11/panggilan-hati-1/</link>
		<comments>http://sketsadwija.wordpress.com/2010/02/11/panggilan-hati-1/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Feb 2010 14:10:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus Setyawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sketsadwija.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[“ Bapak Ibu kalau saya masuk IKIP jangan berharap bisa kaya ! “ <a href="http://sketsadwija.wordpress.com/2010/02/11/panggilan-hati-1/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sketsadwija.wordpress.com&amp;blog=11711883&amp;post=30&amp;subd=sketsadwija&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam suatu kesempatan, saya mengingat kembali masa masa pendaftaran mahasiswa baru sekiatr tahun 1992-an. Saya yang saat ini lulus dari SMA Negeri di Sleman- sebagaimana umumnya siswa seangkatan saya- memiliki tujuan kuliah di universitas ternama. UGM, ITB, UNS, UNDIP, UI dan seterusnya. Minat yang dituju pun berbobot kalau tidak kedokteran, ya teknik atau ekonomi. Kadang ada juga yang telah sadar diri untuk tidak larut dalam kompetisi high class tersebut dengan memilih jurusan satra, humaniora ataupun ilmu murni yang penting di universitas ! Pada saat ini tabu kiranya seorang siswa yang baru saja lulus untuk membicarakan melanjutkan ke IKIP. Institusi ini boleh dikata merupakan kelas dua, walaupun sebenarnya banyak pula yang minat menjadi guru tapi toh pembcaraan verbal yang mengemuka adalah melanjutkan kuliah dibidang ilmu murni bukan ilmu kependidikan. Saya termasuk terbawa euforia demikian setelah mendapat lampu hijau untuk mendaftarkan diri ke perguruan tinggi dari orang tua. Saya berkehendak mendaftar di universitas dengan ilmu mayornya pertanian. Pikiran saya sederhana bahwa setelah lulus saya dapat ikut paman saya yang sudah menjadi petani PIR kelapa sawit di Riau, mengandalkan ilmu saya bekerja di perusahan nasional di bidang agrobisnis. Dalam waktu 5 tahun saya sudah bisa mendapatkan segalanya uang, jabatan, lahan yang luass…</p>
<p>Namun tanpa dinyana saat saya mulai mengisi lembar pendaftaran, saya ditunggui oleh Bapak secara khususnya, dan ujung ujungnya meminta saya untuk mencantumkan tujuan pendaftaran ke IKIP. Pikiran Bapak saya sederhana saja, mengingat beliau adalah seorang guru beliau meminta saya untuk “membantu” tugas beliau dalam mengelola sebuah madrasah swasta. Serta merta saya menolak permintaan Bapak, namun bapak juga terus membujuk saya agar mengikuti beliau. Akhirnya saya mengisi formulir pendaftaran dengan lengkap kecuali kolom pilihan jurusan. Saya masih ingat karena pengisian data tersebut saya laksanakan malam hari, maka saya tinggal tidur saja. Pagi harinya melalui Ibu Bapak  membujuk saya lagi agar mengikuti keinginan Bapak. Karena yang meminta adalah Ibu – seorang yang tidak pernah bisa saya bantah- akhirnya saya menyanggupi dengan berat hati. Saya masih ingat saya menjawab dengan menangis dan sempat berkomenta “ Bapak Ibu kalau saya masuk IKIP jangan berharap bisa kaya ! “</p>
<p>Akhirnya dalam kesempatan pertama saya mendaftar saya diterima di IKIP Jogja jurusan pendidikan Biologi, sungguh suatu hal yang tidak pernah saya duga. Saya masih ingat hari pertama saya kuliah masih diliputi keinginan yang kuat untuk tahun depan mengikuti tes perguruan tinggi lagi dan masuknya saya di IKIP hanya sebagai batu loncatan semata.</p>
<p>Namun dalam dua minggu saya masuk (saat itu ada penataran P4) saya mendapat pencerahan melalui seorang dosen senior yang pernah mengenyam pendidikan di Belanda tentang manisnya menjadi guru. Dosen tersebut dengan rambut yang semua sudah putih memberikan orasi yang bersemangat, menyenangkan dan lucu. Semenjak itu saya mulai mengubah orientasi saya dalam memilih profesi. Saya mantap untuk menjadi guru ! Saya berkebalikan dengan teman teman saya satu angkatan sebagian besar mereka masuk ke IKIP pada kesempatan kedua setelah tahun sebelumnya tidak lolos ke universitas. Saya termasuk sedikit mahasiswa yang langsung masuk IKIP.  Dalam penataran P4 tersebut saya juga mendapatkan kemantapan melalui suatu adagium “ menjadi guru hendaklah karena panggilan hati, bukan karena kepepet” karena pada dasarnya guru merupakan profesi 24 jam seperti halnya dokter, polisi ,pemadam kebakaran. Jika seseorang menjadi guru karena materi bukan karena panggilan hati maka tidaklah mungkin seseorang melaksanakan tugas profesinya dengan baik karena apa yang dilakukan tidaklah bisa dihargai dengan nominal uang tertentu. Mengajar, membimbing dan mendidik adalah aktivitas yang membutuhkan totalitas tanpa memperdulikan berapa yang diperoleh dari aktivias itu. Guru sebagai pendidik atau pengajar adalah elan terdepan pembentukan peradaban yang lebih baik. Guru adalah penjaga moral peradaban dimanapun berada. Guru mendapat sorotan dari masyarakat yang paling besar jika tindakannya menyeleweng. Oleh karena itu mari kita jalani  profesi gru karena panggilan hati. Demikian kira – kira poin penting yang disampaikan penyaji penataran  P 4 tersebut. Semenjak itu saya berjuang keras dalam hati saya untuk menjadi guru sebagai profesi dan membangun kesadaran bahwa pilihan ini karena panggilan hati.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sketsadwija.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sketsadwija.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sketsadwija.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sketsadwija.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sketsadwija.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sketsadwija.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sketsadwija.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sketsadwija.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sketsadwija.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sketsadwija.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sketsadwija.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sketsadwija.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sketsadwija.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sketsadwija.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sketsadwija.wordpress.com&amp;blog=11711883&amp;post=30&amp;subd=sketsadwija&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sketsadwija.wordpress.com/2010/02/11/panggilan-hati-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bfa716eb7ac33c5e0be6815918f94632?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sketsadwija</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tips Mempersiapkan Ujian Nasional</title>
		<link>http://sketsadwija.wordpress.com/2010/01/29/tips-mempersiapkan-ujian-nasional/</link>
		<comments>http://sketsadwija.wordpress.com/2010/01/29/tips-mempersiapkan-ujian-nasional/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jan 2010 14:27:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus Setyawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[SKL]]></category>
		<category><![CDATA[latihan soal]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sketsadwija.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Membuat jadwal harian dan melaksanakan apa yang tertulis dalam jadwal harian. Mempelajari materi yang keluar dalam ujian dengan melihat Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Bentuknya dapat berupa meringkas materi, membaca materi, latihan soal. Mengusahakan memiliki buku latihan soal untuk latihan soal secara individu ataupun belajar kelompok. Menganalisis setiap mata pelajaran melalui SKL sehingga diperoleh kesimpulan dalam &#8230; <a href="http://sketsadwija.wordpress.com/2010/01/29/tips-mempersiapkan-ujian-nasional/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sketsadwija.wordpress.com&amp;blog=11711883&amp;post=9&amp;subd=sketsadwija&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<ol>
<li>Membuat      jadwal harian dan melaksanakan apa yang tertulis dalam jadwal harian.</li>
<li>Mempelajari      materi yang keluar dalam ujian dengan melihat Standar Kompetensi Lulusan      (SKL). Bentuknya dapat berupa meringkas materi, membaca materi, latihan      soal.</li>
<li>Mengusahakan      memiliki buku latihan soal untuk latihan soal secara individu ataupun      belajar kelompok.</li>
<li>Menganalisis      setiap mata pelajaran melalui SKL sehingga diperoleh kesimpulan dalam diri      sendiri saya sudah menguasai SKL ini dan saya belum menguasai SKL itu.      Kesimpulan ini untuk memprediksi berapa nilai yang saya targetkan.      Fokuskan latihan soal atau meringkas materi pada SKL yang kalian anggap      sulit.</li>
<li>Jangan      ragu dan malas untuk berlatih soal, banyak bertanya pada guru atau teman      yang pandai.</li>
<li>Menjaga      kesehatan fisik dengan olahraga teratur, cukup istirahat dan pola makan      yang sehat.</li>
<li>Berdoa      dan berpikiran positif. Berdoa akan memperkaya batin dan berpikirn positif      akan meringankan kita dalam melaksanakan aktivitas.</li>
</ol>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sketsadwija.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sketsadwija.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sketsadwija.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sketsadwija.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sketsadwija.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sketsadwija.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sketsadwija.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sketsadwija.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sketsadwija.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sketsadwija.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sketsadwija.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sketsadwija.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sketsadwija.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sketsadwija.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sketsadwija.wordpress.com&amp;blog=11711883&amp;post=9&amp;subd=sketsadwija&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sketsadwija.wordpress.com/2010/01/29/tips-mempersiapkan-ujian-nasional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bfa716eb7ac33c5e0be6815918f94632?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sketsadwija</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Luntur</title>
		<link>http://sketsadwija.wordpress.com/2010/01/28/luntur/</link>
		<comments>http://sketsadwija.wordpress.com/2010/01/28/luntur/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jan 2010 17:21:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus Setyawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sketsadwija.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Semir rambut <a href="http://sketsadwija.wordpress.com/2010/01/28/luntur/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sketsadwija.wordpress.com&amp;blog=11711883&amp;post=4&amp;subd=sketsadwija&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang siswa yang rambutnya dicat, terkena razia setelah upacara bendera. Walaupun sudah menutupi dengan topi sekolah berkat kejelian seorang guru terlihat juga cat rambut warna coklat diujung rambutnya.</p>
<p>Guru : &#8220;Rambutnya dicat ya?&#8221;</p>
<p>Siswa: &#8220;Tidak, Bu. Memang aslinya begini!&#8221;</p>
<p>Guru:&#8221;Nggak percaya!Mau saya potong sekarang atau kamu potong sendiri di   rumah ?&#8221;</p>
<p>Siswa: &#8221; Saya potong sendiri, Bu&#8221;</p>
<p>Guru:&#8221; Baik, besok saya cek lagi !&#8221;</p>
<p>Keesokan harinya Ibu Guru mengecek rambut siswanya dan mendapati rambut belum dipotong. Ibu guru marah-marah, tetapi siswanya cuman komentar :&#8221; Bu, mau saya potong nggak tega, Terus saya cat pakai semir rambut hitam. Eee. ndak tahunya tadi pagi keramas semir hitamnya luntur!&#8221;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sketsadwija.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sketsadwija.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sketsadwija.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sketsadwija.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sketsadwija.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sketsadwija.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sketsadwija.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sketsadwija.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sketsadwija.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sketsadwija.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sketsadwija.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sketsadwija.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sketsadwija.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sketsadwija.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sketsadwija.wordpress.com&amp;blog=11711883&amp;post=4&amp;subd=sketsadwija&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sketsadwija.wordpress.com/2010/01/28/luntur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bfa716eb7ac33c5e0be6815918f94632?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sketsadwija</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ujian Nasional 2010</title>
		<link>http://sketsadwija.wordpress.com/2010/01/28/ujian-nasional-2010/</link>
		<comments>http://sketsadwija.wordpress.com/2010/01/28/ujian-nasional-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jan 2010 16:47:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus Setyawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Ujian Nasional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sketsadwija.wordpress.com/2010/01/28/ujian-nasional-2010/</guid>
		<description><![CDATA[Setelah melalui perdebatan yang cukup hangat akhirnya Ujian Nasional 2010 akhirnya disetujui DPR untuk dilaksanakan. Ujian Nasional tahun ini paling tidak ada 3 nuansa yang mengiringi yaitu : putusan MA tentang gugatan class action Ujian Nasional, jadwal Ujian Nasional (UN) utama yang dimajukan akhir Maret 2010 serta Pelaksanaan Ujian Nasional Ulang bagi yang tidak lulus &#8230; <a href="http://sketsadwija.wordpress.com/2010/01/28/ujian-nasional-2010/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sketsadwija.wordpress.com&amp;blog=11711883&amp;post=3&amp;subd=sketsadwija&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah melalui perdebatan yang cukup hangat akhirnya Ujian Nasional 2010 akhirnya disetujui DPR untuk dilaksanakan.</p>
<p>Ujian Nasional tahun ini paling tidak ada 3 nuansa yang mengiringi yaitu : putusan MA tentang gugatan class action Ujian Nasional, jadwal Ujian Nasional (UN) utama yang dimajukan akhir Maret 2010 serta Pelaksanaan Ujian Nasional Ulang bagi yang tidak lulus Ujian Utama. Dilihat dari sudut pandang saya sebagai praktisi tiga hal tersebut menyita perhatian <em><span style="text-decoration:underline;">pertama</span></em><span style="text-decoration:underline;"> </span>putusan MA menimbulkan keraguan di akar rumput berkaitan dengan masihkah UN berlangsung tahun  ini. Setelah mendapat salinan putusan MA dapat dilihat bahwa putusan MA lebih kepada tuntutan agar pemerintah memperbaiki saran dan prasarana sebelum ujian nasional di laksanakan, sehingga UN tetap dilaksanakan karena pemerintah menganggap pemenuhan kebutuhan telah dan akan dilakukan terus menerus setiap tahun. ( benar nggak ya? Semoga benar !) Dengan demikian persoalan jadi nggak ujian nasional dilaksanakan terjawab sudah. <em><span style="text-decoration:underline;">Kedua </span></em>pemajuan jadwal UN. Nah .. ini yang membuat tidak karuan. Seperti biasa “agenda rutin tahunan” adalah drill soal, pemadatan pelajaran UN dan les yang membuat semua siswa dan guru stress. Dengan pemajuan jadwal tentu agenda rutin tadi menjadi semakin dipercepat pelaksanaannnya.Praktis semester genap bagi siswa kelas 9 dan 12 adalah semester yang “nggak asik banget”, pelajaran dikejar-kejar agar tuntas materi, semua orang menasehati rajin belajar supaya lulus, kurangi waktu main bla bla bla. Dengan kata lain “proses pembelajaran “ bagi siswa kelas 9 dan 12 menjadi barang mewah. Yang terjadi kurang lebih sama dengan kegiatan bimbingan belajar yang sekarang ini cukup melimpah. Kapan hal ini bisa berubah ? <em><span style="text-decoration:underline;">Ketiga </span></em>adalah ujian ulang, menurut hemat saya hal ini dapat mengurangi semangat belajar dan persiapan UN. Kenapa? Karena siswa tidak mendapatkan suasana yang kuat agar dapat berusaha maksimal. Saya kagum dengan acara TV Ninja Warior atau Viking yang menggambarkan orang jepang mengikuti TV game yang menggunakan tantangan yang beranakeragam. Nampak bagaimana setiap peserta antusias mengikuti walaupun banyak yang gagal. Yang lebih dramatis adalah seorang peserta dianggap gagal karena terpaut waktu 1 detik lebih lambat dari waku standar yang ditentukan, padahal peserta tersebut telah menunjukkan kemampuan yang bagus. Mereka tidak mengadakan game ulangan. Mungkin ini pula yang membedakan kita dengan mereka. Mereka memiliki fighting spirit yang tinggi, antusiasme yang besar dan tidak takut gagal. Sikap mental mereka menerima kemenangan sama besarnya dengan menerima kegagalan. Kembali ke masalah UN saya khawatir jangan-jangan dengan UN ulang justru tidak bisa membentuk karakter siswa untuk menerima kegagalan namun justru memperkuat mental jalan pintas atau menanti keajaiban. Beda banget dengan game di TV yang saya saksikan.</p>
<p>Akhirnya kalau boleh bermimpi, saya juga bermimpi menjalankan UN yang betul betul bermutu. Seperti apa UN yang bermutu itu ? UN yang bermutu didasari oleh keadaan riil sarana dan prasarana di sekolah yang bersangkutan sehingga tidak timbul salah uji dalam UN. Dengan demikian hak unutk evaluasi kembali diberikan sepenuhnya kepada guru. Tidak seperti sekarang soal UN dikerjakan oleh siswa sekolah poten sial (pinggiran) sekolah standar nasional dan sekolah berstandar internasional. Mestinya setiap katagori sekolah juga berdampak soal UN yang diujikan. Dan yang terpenting adalah UN diadakan tidak untuk menakut-nakuti siswa tetapi  untuk memetakan kemampuan siswa. Pemetaan tersebut mestinya mampu membuat kelompok mana siswa yang potensi menjadi ilmuwan, praktisi, vokasional, olahragawan, dan lain lain sesuai denga kemampuan siswa. Sehingga setelah UN siswa mampu memilih “what next” bagi dirinya sendiri.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sketsadwija.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sketsadwija.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sketsadwija.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sketsadwija.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sketsadwija.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sketsadwija.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sketsadwija.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sketsadwija.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sketsadwija.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sketsadwija.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sketsadwija.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sketsadwija.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sketsadwija.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sketsadwija.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sketsadwija.wordpress.com&amp;blog=11711883&amp;post=3&amp;subd=sketsadwija&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sketsadwija.wordpress.com/2010/01/28/ujian-nasional-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bfa716eb7ac33c5e0be6815918f94632?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sketsadwija</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
